Andriano
Wijaya
XI
IPS
Judul :Ubur-Ubur Lembur
Penulis :Raditya Dika
Penerbit :Gagas Media
Tahun Terbit : 2018 Jumlah halaman: 232 halaman
Ubur-Ubur
Lembur adalah buku komedi Raditya Dika. Bercerita tentang pengalamannya belajar
hidup dari apa yang dia cintai,sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan
sepanjang perjalanan buku ini berisi kumpulan kisah nyata dengan berbagai tema.
Cerita-cerita itu dibungkus dengan komedi yang membuat kita ingin terus membuka
lembar demi lembar, halaman demi halaman, serta membaca kata demi kata yang
Radit tulis di dalamnya. Secara garis besar, novel ini mengisahkan tentang
perjalanan karir Raditya Dika dari masa ia masih menjadi pekerja kantoran biasa
hingga ia menjadi public figure dengan segudang kesibukan seperti saat ini.
Kemudian diantara kesibukan-kesibukan itu muncullah kisah-kisah 'berkesan' yang
terselip didalamnya.
Novel ini
dihadirkan sangat lekat dengan kekhasan seorang Raditya Dika yang humoris dan
sangat apa adanya, sehingga tak heran genre novel ini adalah komedi yang
disampaikan dengan bahasa yang juga sangat ringan untuk dikonsumsi para
pembaca. Dalam novel ini kita akan dihadapkan dengan masalah saat proses kita
menuju dewasa. Dengan kata lain tema dari novel ini adalah perjalanan hidup.
Hal ini bisa kita lihat dari salah satu kutipan pada buku di halaman
219.“Semakin gue menua, semakin gue melihat bahwa cita-cita yang dimiliki anak
kecil terus mengalami perubahan”.Dari contoh kutipan diatas kita menilai bahwa
semakin tumbuh besar dunia akan terus berubah. Itulah salah satu contoh dari
apa yang dikemukakan Radit pada novel ini. Dari hal tersebut juga bisa
disimpulkan bahwa tema dari novel ini adalah perjalanan hidup.
KEUNGGULAN
Buku Ubur-Ubur Lembur memiliki cover yang milenial banget.
Ada ilustrasi makhluk bertubuh ubur-ubur berwajah Raditya Dika. Isi dari buku ini sangat bagus konten yang disajikan
dan temanya sangat nyaman dibaca banyak kilas komedi dan hal hal baru yang
membuat pembaca terpukau dan tertawa karena tidak terpikirkan sebelumnya .
Radit juga membuat buku ini tidak membuat kita berfikir keras, buku ini dibuat
dengan bahasa yang sedeharna sehingga memudahkan kita mengerti dan tau apa
maksud dari buku ini.
KEKURANGAN
Buku ini tidak cocok dibaca oleh anak yang belum
cukup umur, karena kata humorisnya banyak yang belum pantas diketahui oleh anak
dibawah umur seperti percintaan. Karena di zaman ini banyak sekali fenomena
yang terjadi dikalangan anak-anak terkait dengan pacaran dan cinta, yang pada
hakikatnya mereka tidak seharusnya pantas untuk melakukan hal tersebut. Tatanan
bahasa dalam novel ini juga tidak rapi, mungkin karena buku ini di cetak hanya
untuk hiburan semata tetapi tidak menghilangkan amanat-amanat yang dapat di
ambil oleh anak zaman milenial.
Komentar
Posting Komentar